Bonto Tappalang - Pemerintah Desa Bonto Tappalang melaksanakan Musyawarah Khusus Perempuan, Lansia, dan Anak sebagai bagian dari tahapan penyusunan perencanaan pembangunan Desa Tahun Anggaran 2027. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang partisipasi bagi kelompok perempuan, lanjut usia (lansia), dan anak agar aspirasi mereka dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan desa pada tahun mendatang.
Musyawarah khusus tersebut diikuti oleh perwakilan perempuan dari berbagai dusun, kader pemberdayaan masyarakat, kader Posyandu, tokoh perempuan, kelompok lansia, perwakilan Forum Anak, perangkat desa, serta unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Seluruh peserta diberi kesempatan menyampaikan usulan dan kebutuhan yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan di Desa Bonto Tappalang.
Berbagai usulan yang mengemuka dalam forum antara lain peningkatan layanan kesehatan bagi lansia, penguatan kegiatan Posyandu dan Posbindu, pelatihan pemberdayaan ekonomi perempuan, peningkatan perlindungan terhadap perempuan dan anak, penyediaan sarana bermain anak yang aman, serta pengembangan kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter bagi generasi muda.
Pelaksanaan musyawarah berlangsung secara terbuka dan partisipatif. Setiap peserta menyampaikan pandangan berdasarkan kondisi yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Seluruh aspirasi kemudian dicatat dan akan menjadi bahan pembahasan dalam Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun Anggaran 2027.
Pemerintah Desa Bonto Tappalang menegaskan bahwa pelibatan perempuan, lansia, dan anak dalam proses perencanaan merupakan wujud komitmen untuk mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkeadilan. Melalui forum ini, setiap kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan terhadap arah pembangunan desa.
Musyawarah khusus ini juga menjadi implementasi prinsip pembangunan partisipatif sebagaimana diamanatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Aspirasi yang dihimpun diharapkan mampu menghasilkan program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran serta memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Selain menjadi wadah penyampaian usulan, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat. Dialog yang berlangsung secara terbuka menciptakan kesepahaman mengenai prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan sesuai kebutuhan riil masyarakat dan kemampuan keuangan desa.
Hasil Musyawarah Khusus Perempuan, Lansia, dan Anak selanjutnya akan dibahas bersama dalam forum Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2027. Usulan-usulan yang memenuhi skala prioritas akan dituangkan dalam dokumen perencanaan desa sebagai dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2027.
Dengan terlaksananya musyawarah ini, Pemerintah Desa Bonto Tappalang berharap proses perencanaan pembangunan semakin partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh kelompok masyarakat. Keterlibatan perempuan, lansia, dan anak diharapkan dapat memperkuat kualitas kebijakan pembangunan sehingga mampu mewujudkan desa yang lebih maju, inklusif, mandiri, dan sejahtera.
Penulis: Andi Irma
Editor: Sabri (Pendamping)